Waspada Meterai Palsu, Kenali Ciri-cirinya Sebelum Membeli
Jakarta — Masyarakat perlu lebih berhati-hati saat membeli meterai, menyusul terbongkarnya jaringan yang memproduksi dan mengedarkan meterai palsu. Polda Metro Jaya bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengungkap kasus tersebut dan menetapkan 16 orang sebagai tersangka.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto mengatakan pengungkapan dilakukan melalui kerja sama antara kepolisian dan Direktorat Jenderal Pajak. Sindikat tersebut diketahui menjalankan aktivitas produksi sekaligus distribusi meterai yang tidak resmi.
Dalam pengungkapan kasus, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya meterai yang diduga palsu serta berbagai peralatan yang digunakan dalam proses produksinya, termasuk mesin jahit dan mesin poly.
Cara Mengenali Meterai Asli
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean menjelaskan bahwa masyarakat dapat melakukan pemeriksaan sederhana terhadap meterai, dengan prinsip yang mirip seperti ketika mengecek keaslian uang.
Salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah keberadaan unsur pengaman pada meterai. Meterai asli memiliki hologram bergambar Garuda yang dapat terlihat ketika diperiksa dengan cara diterawang.
"Masyarakat kami imbau apabila mau membeli meterai, bisa dilakukan tindakan yang sama seperti pengecekan uang secara kasat mata," kata Victor.
Selain pemeriksaan secara visual, ciri fisik juga dapat digunakan untuk memastikan keaslian meterai.
Dirjen Pajak Kemenkeu Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa meterai asli memiliki sejumlah karakteristik khusus. Salah satunya adalah bagian tertentu yang dapat mengalami perubahan warna ketika meterai dilihat dari sudut yang berbeda.
Perubahan warna tersebut dapat terlihat dari magenta menjadi hijau saat posisi atau sudut pandang digeser.
Perhatikan Tekstur dan Bentuk Lubang
Keaslian meterai juga dapat diperiksa dengan menyentuh permukaannya. Pada meterai asli, bagian angka nominal Rp10.000 dan tulisan "Meterai Tempel" memiliki tekstur yang terasa kasar ketika diraba.
Selain itu, terdapat lubang-lubang pengaman dengan bentuk tertentu, antara lain bulat, oval, dan bintang.
Bimo mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur apabila menemukan meterai yang dijual dengan harga di bawah nilai nominalnya.
Menurutnya, harga dapat menjadi salah satu indikator paling sederhana. Jika meterai nominal Rp10.000 ditawarkan jauh di bawah harga tersebut, masyarakat patut mencurigai keasliannya.
Karena itu, sebelum menggunakan meterai untuk dokumen penting, masyarakat disarankan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu dan membeli melalui sumber atau penjual yang dapat dipercaya.
